Sejarah Asal Usul Kartu Baccarat

Sejarah perjudian dapat dibagi menjadi empat periode utama. Yang pertama adalah selama abad kegelapan sejarah ketika itu dianggap sebagai ukuran kekayaan oleh bangsawan. Dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi, ini menjadi ilegal dan hanya terbatas pada segelintir orang yang kaya dan berkuasa. Pada masa inilah roda ditemukan dan digunakan sebagai metode perjudian bagi rakyat jelata.

Periode kedua adalah periode Abad Pertengahan, ketika disahkan dan mulai digunakan oleh kelas atas. Ini adalah era ketika perjudian digunakan untuk tujuan bermain game tetapi disediakan untuk orang kaya. Ini adalah waktu ketika ‘perjudian’ memiliki arti baru dan didefinisikan ulang sebagai permainan untung-untungan. Roda tidak lagi menjadi ukuran keberuntungan melainkan ukuran keterampilan. Permainan kartu didesain ulang dan mencakup kartu remi yang berbeda dan unik yang dirancang agar sesuai dengan permainan yang dimainkan.

Periode ketiga perkembangan perjudian dikenal sebagai Renaissance. Inilah saat permainan judi berkembang seiring dengan peningkatan pengetahuan di kalangan kelas atas Eropa. Selama masa inilah perjudian dikaitkan dengan politik dan kemewahan. Perjudian dikaitkan dengan peristiwa penting dan permainan peluang ini menjadi sangat populer di kalangan kelas atas. Ini adalah masa berkembangnya permainan papan seperti Badugi dan permainan kartu lainnya.

Periode keempat dan terakhir perkembangan permainan kartu adalah abad kesembilan belas. Ini adalah zaman di mana pentingnya berjudi telah sangat berkurang. Di era Victoria diyakini oleh banyak orang bahwa semua perjudian harus dilarang karena itu adalah penyebab perilaku tidak bermoral dan tidak pantas di antara orang-orang. Namun, ini tidak terjadi dan sebagai hasilnya banyak permainan peluang baru muncul. Dalam periode ini, perjudian dan peralatan dikembangkan termasuk peningkatan penghitungan kartu. Ini membuat permainan bakarat lebih populer dari sebelumnya.

Sejarah asal-usul kartu juga dapat dikaitkan dengan revolusi industri abad kesembilan belas. Pada masa inilah banyak pabrik baru mulai memproduksi mesin hitung kartu. Mesin-mesin ini segera menggantikan kartu biasa, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan menang saat bermain blackjack. Segera, permainan bakarat menjadi sangat populer di seluruh Eropa dan segera menyebar ke Amerika Utara.

Sejarah asal mula permainan juga bisa dikaitkan dengan konsep kebetulan. Banyak yang percaya bahwa itu berevolusi dari permainan perang yang terjadi antara orang Eropa dan penduduk asli Amerika. Legenda tertentu mengklaim bahwa itu dikembangkan oleh pedagang kulit putih di hutan hujan.

Penggunaan dadu juga dianggap oleh sebagian orang menjadi salah satu penyebab perkembangannya. Ini karena dadu memiliki kecenderungan untuk mengacak hasil. Keacakan ini diyakini yang memberikan pesona pada permainan dan alasan mengapa itu dapat dimainkan bahkan oleh orang yang tidak saling mengenal. Penjelasan lain berasal dari fakta bahwa kartu-kartu tersebut dilapisi dengan senyawa berwarna yang tidak terhapuskan sehingga hasil dari penggulungan kartu tersebut tidak dapat diubah. Dengan demikian, diyakini bahwa kartu-kartu ini benar-benar memiliki pikirannya sendiri dan tidak ada yang dapat memengaruhi hasil acaknya.

Terakhir, salah satu cerita paling terkenal yang berkaitan dengan sejarah asal-usul kartu bakarat adalah yang terkait dengan asal usul poker. Poker awalnya ditemukan di Cina. Dalam mitologi Tiongkok kuno, dikatakan bahwa Dewa Matahari yang marah dengan tindakan anjingnya menghukum hewan tersebut dengan membuangnya ke air, menenggelamkannya sepenuhnya dan memaksanya untuk berevolusi menjadi monster. Dengan demikian, legenda mengatakan bahwa Dewa Matahari menghukum iblis dengan gagasan bahwa dia harus meninggalkan meja poker jika dia akan menyakiti manusia lagi. Kartu Poker kemudian dikenal sebagai Baccarat dan popularitasnya menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika pada akhirnya menjadikannya permainan kartu paling populer di dunia.